SOLID GOLD – Harga Emas Naik Tertinggi 2 Bulan Masih Terpicu Ketegangan AS-Korea Utara

SOLID GOLD LAMPUNG – Diperkirakan harga emas bergerak naik terpicu ketegangan geopolitik Amerika Serikat-Korea Utara dan pelemahan dollar Amerika Serikat jika berlanjut. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,288.00-$ 1,291.00, namun jika harga bergerak turun akan menembus kisaran Support $ 1,283.00-$ 1,281.00.

Harga emas naik ke level tertinggi dalam dua bulan pada akhir perdagangan Jumat dinihari tadi setelah Amerika Serikat dan Korea Utara saling menukar ancaman, mendorong investor untuk membeli emas sebagai aset safe haven.

Harga emas di sesi Asia akhir pekan masih menguat dipicu tensi geopolitik di Semenanjung Korea yang masih tinggi seiring munculnya kembali ancaman dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Korea Utara (Korut).

Trump meningkatkan tekanan ke Korut memperingatkan rezim Kim Jog Un untuk tidak melanjutkan uji coba rudal yang kali ini akan diarahkan ke laut di dekat Guam, wilayah Amerika Serikat di Pasifik dan menjanjikan akan membalas serangan Korut terhadap Amerika atau sekutu-sekutunya.

Yield obligasi pemerintah Amerika Serikat bertenor 10 tahun turun ke level rendah satu setengah bulan di kisaran 2.20 persen Kamis malam. Sebelumnya di awal pekan yield tenpr 10 tahun di kisaran 2.25 %.

Emas diperdagangkan di $1286.11 per troy ons, atau naik 27 sen.

Harga emas spot LLG naik 0,59 % pada $ 1,284.70 per ons, tertinggi sejak 9 Juni. Emas naik 1,3 % pada sesi sebelumnya, kenaikan terbesar sejak pertengahan Mei.

Harga emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Desember berakhir pada $ 1.290,10 per ons. Wilayah $ 1,279 merupakan level teknis utama, yang merupakan tren turun yang telah berlaku sejak pertengahan 2016 ketika emas melonjak ke puncak dua tahun di $ 1,374.91.

Emas menguat setelah data menunjukkan harga produsen Amerika Serikat secara tak terduga turun pada bulan Juli, mencatat penurunan terbesar dalam hampir setahun dan menunjukkan perlambatan inflasi lebih lanjut yang dapat menunda kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Pasar menunggu data inflasi konsumen Amerika Serikat pada hari Jumat yang akan menawarkan lebih banyak petunjuk tentang keputusan Fed di masa depan.

Namun, permintaan emas fisik lamban di India sementara rally harga global mengurangi pembelian di tempat lain di Asia dan kepemilikan emas terbesar di dunia yang didukung bursa ETF, tidak berubah pada hari Rabu.

Di logam mulia lainnya, perak naik 1,09 % menjadi $ 17,09 per ons, tertinggi sejak 14 Juni.

Platinum naik 0,9 % menjadi $ 980,25 per ons. Pada sesi sebelumnya, indeks tersebut bertepatan tertinggi sejak 21 April di level $ 980.60. Palladium naik 0,76 persen menjadi $ 897,75 per ons.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews