SOLID GOLD – Harga Emas Sesi Asia Naik Tertinggi 7 Minggu, Terdukung Sentimen Rudal Korea Utara

SOLID GOLD LAMPUNG – Diperkirakan harga emas bergerak naik terpicu sentimen peluncuran rudal Korea Utara yang membangkitkan ketegangan geopolitik dan pelemahan dollar Amerika Serikat yang berlanjut. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,273.00-$ 1,275.00, namun jika harga bergerak turun akan menembusa kisaran Support $ 1,269.00-$ 1,267.00.

Harga emas bertahan di level tertinggi tujuh minggu pada hari Senin pagi tadi karena ketegangan di semenanjung Korea mendorong permintaan safe haven untuk logam mulia, sementara dolar melayang di posisi terendah multi bulan pada data ekonomi Amerika Serikat yang lemah.

Harga emas spot LLG mencapai level tertinggi sejak 14 Juni di level $ 1.270.98 pada awal perdagangan dan berada di $ 1.269,70 per ons pada pukul 00.5 GMT, sedikit berubah dari hari Jumat. Emas naik sekitar 1,1 persen minggu lalu untuk kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Harga emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus naik 0,1 % menjadi $ 1.269,8 per ons.

Amerika Serikat menerbangkan dua pembom B-1B supersonik di atas semenanjung Korea dalam sebuah demonstrasi pada hari Minggu dan duta besar Amerika Serikat untuk PBB mengatakan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan perlu berbuat lebih banyak setelah tes rudal Pyongyang terbaru.

Korea Utara menembakkan sebuah rudal pada hari Jumat yang para ahli katakan mampu memukul kota Los Angeles dan Amerika Serikat lainnya dan Amerika Serikat dan Korea Selatan menanggapi dengan melakukan latihan rudal gabungan.

Perekonomian Amerika Serikat dipercepat pada kuartal kedua karena konsumen menaikkan pengeluaran dan bisnis lebih banyak berinvestasi pada peralatan, namun kenaikan upah yang lamban membuat bayangan gelap melampaui prospek pertumbuhan.

Produksi emas Tiongkok turun 9,85 % dari tahun lalu menjadi 206,542 ton pada paruh pertama 2017, media pemerintah mengatakan pada hari Jumat, mengutip data dari China Gold Association.

Harga emas di India pekan lalu mencatat penurunan terbesar dalam tujuh bulan karena rebound harga mengurangi permintaan ritel, sementara premi yang lebih rendah di pusat-pusat Asia lainnya gagal untuk memancing pelanggan di tengah perlambatan musiman.

Neraca senilai $ 4,5 triliun Federal Reserve tidak banyak membantu untuk meningkatkan ekonomi Amerika Serikat saat ini dan memangkasnya secara bertahap adalah hal yang tepat untuk dilakukan, Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan pada hari Jumat.
SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews