Rekomendasi Harga Emas 23 – 27 Maret 2020: Kemungkinan Berbalik Arah Naik Tiba-Tiba – Solid Gold

Solid Gold Lampung – Krisis coronavirus tetap menjadi motor utama pasar, dengan episentrum dari wabah telah bergerak ke Eropa. Sementara Cina tidak melaporkan kasus baru ( terlepas dari kebenaran data mereka ), Itali dan Cina terus bertumbuh secara eksponensial. Malang sekali, Itali telah melampaui Cina dalam korban kematian, dengan angka yang terakhir mencapai 4.825 orang. Negara – negara Eropa lainnya juga mengalami kenaikan yang besar dalam angka kasus, dengan Jerman, Perancis dan Swiss diantara yang paling terkena infeksi setelah Itali dan Spanyol.

Kebanyakan negara telah mengumumkan larangan berpergian dan sekolah – sekolah ditutup, dalam usaha memperlambat penyebaran dan mencegah runtuhnya pelayanan Rumah Sakit sementara bank sentral di seluruh dunia mengumumkan langkah – langkah stimulus. Saham – saham tumbang dan dolar Amerika Serikat menjadi raja.

Harga emas tidak mendapatkan kelegaan meskipun kepanikan memuncak selama minggu lalu. Para spekulator memilih terus membeli dollar Amerika Serikat dengan kejatuhan saham – saham dan kebutuhan akan likuiditas mendominasi semuannya. Emas sempat jatuh ke $ 1,451.16, level terendah sejak November tahun lalu, namun emas berjangka Comex bulan April terakhir berhasil diperdagangkan di $ 1,494.00 per troy ons.

Sentimen pasar membaik pada akhir minggu dengan permintaan terhadap dollar Amerika Serikat berkurang dan emas sedikit naik bersamaan dengan saham karena bank sentral – bank sentral menyuntikkan sejumlah uang yang sangat besar. Bahkan Reserve Bank of Australia mengumumkan program Quantitative Easing yang pertamanya minggu kemarin.

Setelah memangkas tingkat suku bunga sebesar 50 basis poin beberapa minggu yang lalu, Federal Reserve Amerika Serikat mengumumkan tambahan pemotongan 100 basis poin pada hari Minggu dan membuat likuiditas “ swaps ” dolar dengan 5 banks sentral yaitu Bank of Canada, Bank of England, Bank of Japan, ECB dan Swiss National Bank. Selanjutnya pada minggu lalu, bank sentral Amerika Serikat ini memperluas jalur “ swap ” nya ke 9 bank sentral lainnya, yang akan berlangsung paling sedikit selama 6 bulan. Keputusan ini dimaksudkan untuk membantu para bank sentral untuk memenuhi permintaan terhadap dollar Amerika Serikat dari institusi keuangan dan perusahaan – perusahaan lokal yang sedang kalut ditengah krisis coronavirus. Sebagai tambahan, the Fed pada hari Selasa minggu lalu, mengumumkan akan membangkitkan kembali jalur tol yang digunakan dalam krisis keuangan pada tahun 2008. Melalui Federal Reserve New York, bank sentral Amerika Serikat ini akan mulai membeli obligasi – obligasi perusahaan untuk memberikan dana jangka pendek bagi bisnis.

Kenaikan yang harga emas pada akhir hari Jumat minggu lalu yang terbatas membuka pintu harga emas diperdagangkan pada posisi dibawah dari harga dasar.

Namun jika pada hari Senin emas dibuka dengan harga pembukaan yang lebih tinggi dari harga dasar, ini bisa menjadi signal kerendahan harga emas minggu lalu telah berakhir dan emas kembali berperilaku “ bullish ” jangka panjang.

Meskipun demikian, para analis tidak meniadakan kemungkinan akan terjadinya pembalikan arah temporer dari kerugian belakangan ini. Meskipun demikian para analis memperingati bahwa harga emas kemungkinan akan berlanjut diperdagangkan “ sideways ” untuk jangka pendek dengan para pembeli emas fisik di – offset oleh penjualan yang dilakukan oleh para professional untuk menggalang uang tunai.

Kenaikan harga emas akan berhadapan dengan “ resistance ” terdekat di $ 1,500 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $ 1,515 sebelum akhirnya mencapai $ 1,541. Sedangkan penurunan harga emas akan berhadapan dengan “ support ” terdekat di $ 1,470 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $ 1,449 sebelum akhirnya mencapai $ 1,440.
Solid Gold

Sumber : vibiznews