SOLID GOLD – Spot Naik Tipis 0,021 Poin ke Level US$1.167,70 pada Pukul 07.58 Wib

SOLID GOLD LAMPUNG – Emas berjangka di divisi COMEX NY Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Rabu pagi ini, karena dolar Amerika berbalik menguat atau “rebound” setelah mengalami penurunan tajam pada Senin kemarin.

Harga emas masih berada dalam arus pelemahan pada hari Selasa, walaupun sempat mencoba naik sebagai reaksi atas spekulasi bargain-hunting saat harga emas telah menyentuh level terendah 10 bulan sejak bulan Maret 2016.

HArga emas saat penulisan diperdagangkan di kisaran level 1168.88 per troi ons dengan level support terdekat di 1162.40 dan resisten terdekat di 1175.79.

Sementara ini, fokus pasar masih terarah kepada peningkatan suku bunga Amerika pekan depan oleh Federal Reserve yang berpotensi kuat menggerakkan harga emas. Hasil survei CME Group menyatakan bahwa optimisme pasar terhadap peningkatan suku bunga sementara ini meningkat menjadi 93%, dengan ekspektasi peningkatan suku bunga sebesar 0.50 – 0.75.

Sedangkan dari pasar Asia, Jiang shu, kepala analis di Shandong Gold Group mengatakan bahwa adanya potensi dorongan naik harga emas di awal tahun 2017 yang disebabkan oleh meningkatnya pembelian emas menjelang festival musim semi Tiongkok.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Februari turun 6,4 dolar Amerika , atau 0,54 %, menjadi 1.170,10 dollar Amerika per ounce.

Penguatan dalam dolar AS memberikan tekanan terhadap emas, karena indeks dolar Amerika yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,35 % menjadi 100,51 pada pukul 18.00 GMT.

Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh, karena emas yang diukur dengan dollar menjadi lebih mahal bagi investor.

Para pedagang juga dengan hati-hati memantau situasi di Italia yang terus berkembang. Investor takut kemungkinan Italia keluar dari Uni Eropa, yang dapat mendestabilisasi Uni Eropa dan sebagai akibatnya memberikan dukungan bagi emas.

Tetapi informasi terbaru telah mengindikasikan bahwa meskipun perdana menteri Italia mengundurkan diri, tidak ada tanda-tanda lain bahwa negara itu akan keluar dari Uni Eropa.

Emas mendapat dukungan ketika laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan Amerika kemarin menunjukkan bahwa defisit perdagangan internasional Amerika meningkat menjadi negatif 42,6 miliar dollar Amerika, sebuah angka yang analis catat termasuk penurunan 1,8 %di ekspor. Laporan ini mendukung emas, karena melemahnya ekspor Amerika bukan pertanda baik untuk kekuatan ekonomi Amerika.

Probabilitas tersirat untuk kenaikan suku bunga Fed pada pertemuan FOMC berikutnya berada relatif sama dibandingkan minggu lalu. Investor percaya Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 ke 0,75 selama pertemuan FOMC Desember.

Menurut alat Fedwatch CME Group, probabilitas tersirat saat ini untuk menaikan suku bunga dari 0,50 menjadi setidaknya 0,75 adalah 94 persen pada pertemuan Desember dan 94 persen untuk pertemuan Februari.

Perak untuk pengiriman Maret turun 8,9 sen atau 0,53 % menjadi 16,81 dolar Amerika per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 2,9 dollar Amerika atau 0,31 % ditutup pada 935,70 dolar Amerika per ounce,
SOLID GOLD

SUmber : bisnis