SOLID GOLD – Selama 2016, Harga Emas Sudah Naik 26 %

SOLID GOLD LAMPUNG – Kenaikan tahun ini diprediksi terus terjadi dan sulit dibendung.Komoditas emas diperkirakan akan terus menanjak naik sepanjang tahun ini. Seiring dengan gejolak yang terjadi pada pasar keuangan global akibat upaya moneter bank sentral di seluruh dunia untuk mencapai inflasi di negaranya.

Dilansir dari CNBC, Senin 15 Agustus 2016, merespons fenomena itu, para investor disarankan untuk memindahkan sebagian dari portofolio investasinya ke komoditas emas. Ini untuk mengantisipasi terjadinya kerugian yang bisa dialami saat berinvestasi di pasar keuangan.

“Bank Sentral di dunia tidak bisa membiarkan adanya deflasi, karena meningkatkan nilai riil utang,” ujar Pengamat Pasar Emas Internasional, James Rickards.

James menyarankan, investor internasional setidaknya memiliki investasi emas sedikitnya 10 % dari total investasinya saat ini. Sehingga, ketika pasar keuangan anjlok, terkompensasi dengan komoditas emas.

Harga emas di pasar spot internasional bergerak datar pada perdagangan pagi ini di level US$1.337 per ons. Hingga hari ini, selama 2016, harga emas sudah naik 26 %.

“Nantinya, ketika semua orang mau mengonversi uang kertas yang dimilikinya ke emas, persediaanya tidak akan cukup,” tambahnya.

Dan hari ini harga emas bergerak cenderung stagnan pada perdagangan Senin seiring data penjualan ritel Juli lalu melambat sekaligus mengecilkan peluang kenaikan bunga acuan bank sentral AS, the Federal Reserve.

Harga emas spot hampir tidak berubah di $1,337.16 per ons pada pukul 08.10 WIB. Harga emas sebelumnya mengalami kenaikan hingga 1,4 % pada perdagangan Jumat menajdi $1,355.80, namun kemudian mengalami penurunan pada akhir sesi karena aksi ambil untung trader.

Data penjualan ritel AS selama Juli secara tidak terduga mendatar disebabkan warga AS memotong anggaran pembelian baju dan barang konsumsi lainnya, menunjukkan adanya penyesuaian konsumsi yang bisa menahan ekselerasi pertumbuhan ekonomi di kuartal ketiga ini.

Nilai tukar dollar sendiri cenderung dfensif pada awal Senin ini, dibebani data ritel Juli yang lesu sehingga menurunkan ekspektasi kenaikan bunga.

Emas sangat sensitif terhadap sentimen kenaikan bunga the Fed, sementara biaya menyimpan aset yang tidak memberi hasil meningkat.

Spekulan memangkas posisi beli di kontrak berjangka emas COMEX dan perak. Khusus di emas, mereka mengurangi posisi beli sebanyak 11.516 lot, menjadi 255.773 lot.
SOLID GOLD LAMPUNG