SOLID GOLD – Harga Minyak Mentah Anjlok Hampir 4 %, Terendah 2 Minggu

SOLID GOLD LAMPUNG – Diperkirakan harga minyak berpotensi naik dengan aksi bargain hunting memanfaatkan anjloknya harga minyak mentah. Namun kekuatiran peningkatan produksi Amerika masih mengancam harga. Jika dollar Amerika lanjutkan penguatan juga akan menekan harga. Harga minyak mentah berpotensi bergerak dalam kisaran Resistance $ 51.00-$ 51.50, dan jika harga lanjutkan penurunan akan menembus kisaran Suppport $ 50.00-$ 49.50.

Harga minyak mentah merosot ke level terendah dua minggu pada akhir perdagangan Kamis dinihari tadi, setelah data persediaan minyak mentah Amerika menunjukkan penurunan yang lebih kecil dari perkiraan dan kenaikan persediaan bensin yang mengejutkan, yang menimbulkan kekhawatiran tentang pasokan global yang terlalu tinggi.

Harga minyak mentah berjangka AS berakhir turun $ 1,97 atau 3,8 %, menjadi $ 50,44 per barel, penurunan satu hari terburuk sejak 8 Maret.

Harga minyak mentah berjangka Brent terpantau turun $ 1,82 atau 3,32 %, menjadi $ 53,07 per barel.

Persediaan minyak mentah Amerika turun 1 juta barel dalam minggu terakhir, menurut Administrasi Informasi Energi Amerika, kurang dari yang diperkirakan. Pasokan bensin membukukan kenaikan sebesar 1,5 juta barel, meski aktivitas penyulingan lebih ketat.

Kenaikan persediaan bensin ini mengejutkan, seiring dengan peningkatan produksi dan impor Amerika dari negara-negara OPEC, menekan harga.

Kemerosotan minyak mentah dunia terus berlanjut meskipun Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan negara-negara penghasil lainnya telah berupaya mengurangi produksi berdasarkan kesepakatan untuk mengurangi pasokan hampir 1,8 juta barel per hari pada paruh pertama tahun 2017.

Pasokan dan produksi Amerika meragukan apakah pemotongan OPEC sudah cukup. Produksi AS naik menjadi 9,252 juta barel per hari dalam minggu terakhir, tertinggi sejak Agustus 2015.
SOLID GOLD

SUmber : Vibiznews