SOLID GOLD – Harga Minyak vs Data Ekonomi, Aussie Sesi Asia Berusaha Rebound

SOLID GOLD LAMPUNG – Harga minyak mentah naik tipis di awal perdagangan Asia, Kamis (21/07), setelah Departemen Energi AS melaporkan penarikan mingguan kesembilan berturut-turut dari persediaan minyak mentah namun terjadi peningkatan kejutan dalam pasokan bensin.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate untuk pengiriman September, kontrak baru bulan depan hari Kamis, naik 2 sen menjadi $ 45,77 per barel pada 0102 GMT. Kontrak Agustus berakhir pada hari Rabu setelah naik 29 sen, atau 0,7 %, untuk menetap di $ 44,94 per barel.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka kontrak bulan depan Brent, naik 5 sen menjadi $ 47,22 per barel. Sebelumnya harga minyak mentah untuk pengiriman September, naik 51 sen, atau 1,1 %, ke $ 47,17 per barel.

Persediaan minyak mentah AS turun 2,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 15 Juli, demikian data dari Administrasi Informasi Energi AS menunjukkan.

Tapi persediaan berada pada tingkat historis tinggi untuk saat ini tahun ini, di 519.500.000 barel, kata EIA.

Persediaan bensin naik 911.000 barel, terhadap perkiraan untuk tidak berubah, dan jauh di atas batas atas kisaran rata-rata, kata EIA.

Bulan Juli dianggap sebagai puncak musim panas ketika orang Amerika diperkirakan banyak mengemudi di jalan dan mencapai rekor perjalanan harga yang relatif murah.

Persediaan dari bahan bakar motor naik, meskipun produksi bensin tergelincir oleh 168.000 barel per hari dan kilang minyak mentah berjalan naik 319.000 barel per hari sebagai tingkat pemanfaatan naik tipis 0,9 poin persentase menjadi 93,2 % dari total kapasitas, data EIA menunjukkan.

Harga minyak mentah pada perdagangan selanjutnya berpotensi menguat dengan sentimen penurunan produksi. Namun perlu dicermati pergerakan dollar AS yang jika terus menguat akan menekan harga minyak mentah. Harga diperkirakan akan menembus kisaran Resistance $ 46,30- $ 46,80, dan jika harga turun akan menembus kisaran Support 45,30 – $ 44,80.

Dan pada Pergerakan kurs aussie, perdagangan sesi Asia hari Kamis (20/7) berusaha keras untuk rebound setelah 4 hari berturut alami tekanan merespon ekspektasi kebijakan RBA pada bulan Agustus, terpantau sejak pagi terjadi tarik menarik sentimen penguatan harga minyak mentah dan data sentimen bisnis NAB yang kurang menggembirakan.

Diawal perdagangan, sebuah bank nasional di Australia (NAB) mengumumkan sentimen pebisnis terhadap ekonomi negeri tersebut yang kurang optimis terlihat dari skor yang menurun dari periode bulan sebelumnya. Data ini menjadi pemberat sentimen yang datang dari kenaikan lanjutan harga minyak mentah.

Pergerakan kurs aussie di sesi Asia (03:00:35 GMT) bergerak konsolidasi terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih rendah pada 0.7479 di awal perdagangan (00.00 GMT), kurs aussie naik 3 pips atau 0.05 % dan nilai bergulir berada pada 0.7482.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga perdagangan sesi Amerika malam ini, pair AUDUSD dapat naik ke kisaran 0.7497-0.7529, namun jika tidak mencapai kisaran tersebut dapat turun lagi ke kisaran 0.7430.

SOLID GOLD LAMPUNG

Sumber : Vibiznews