Rekomendasi Pergerakan Harga Emas 24 Februari 2020: Bisakah ke $ 1,700 ? – Solid Gold

Solid Gold Lampung – Wabah virus corona Cina terus mendominasi sentimen pasar, dengan banyaknya daerah yang dikarantina di Cina. Toko – toko yang ditutup dan para pekerja yang diam di rumah telah memaksa nama-nama besar seperti Nike, Adidas, Apple dan Versace memberikan peringatan kepada investor bahwa penjualan mereka bisa terpukul. China Passenger Car Association ( CPCA ), melaporkan bahwa penjualan mereka turun sebanyak 92 % YoY pada paruh pertama bulan Februari.

Pertumbuhan ekonomi Cina tanpa diragukan lagi pasti akan terdampak oleh wabah virus ini. Namun, krisis ini tidak akan tetap berada hanya pada Cina daratan. Menurut Oxford Economics, virus corona bisa membuat kerugian terhadap ekonomi global lebih daripada $ 1triliun kehilangan produksi dan memukul turun pertumbuhan ekonomi global sebanyak 1.3 % pada tahun ini jika menjadi pandemik.

Harga emas pada minggu lalu naik sekitar $ 60 per troy ons, menyentuh level yang terjadi pada tahun 2013. Minggu lalu akan menjadi minggu yang akan diingat dengan emas menembus level $ 1,600 dan menyentuh ketinggian baru selama 7 tahun, yang disebabkan oleh karena kembalinya datang ketakutan mengenai dampak negatif terhadap ekonomi karena virus corona. Emas menuju apa yang kelihatannya menjadi minggu paling baik di dalam lebih dari 6 bulan dengan emas berjangka Comex diperdagangkan mencapai $ 1,647.20, naik 1.65 %, dan sekarang telah naik lagi mencapai sekitar $ 1,666.00.

Pergerakan harga emas pada minggu ini sangat tergantung kepada berita-berita yang keluar dari Cina. Pemerintah Cina telah membuat bingung dunia dengan mengubah – ubah metodologi penghitungan kasus – kasus baru. Otoritas lokal pada hari Jumat melaporkan terjadinya 52 kasus baru di Korea Selatan dan infeksi mulai melebar ke lebih banyak negara termasuk Itali dan Iran.

Sementara itu, dari data makro ekonomi Amerika Serikat, data yang keluar terus memberikan signal bahwa ekonomi lokal negara itu adalah yang paling dapat bertahan. Dollar Amerika Serikat terus mengalami penguatan. Faktor yang menyebabkan kenaikan dari “ greenback ” selain karena ketakutan akan virus corona dan optimisnya the Fed akan perekonomian Amerika Serikat, adalah daftar yang panjang dari angka makro ekonomi Amerika Serikat yang bagus seperti Building Permits, Housing Starts, Producer Prices, dan Philly Fed Manufacturing Index yang mengesankan. Harga produsen naik lebih daripada yang diperkirakan pada bulan Januari, sementara indeks manufaktur regional membumbung tinggi. Angka employment gagal memberikan kesan namun tetap berada pada level yang sehat. Semua menguatkan pandangan bahwa ekonomi Amerika Serikat mengatasi yang lainnya. Meskipun dollar Amerika Serikat telah menjadi matauang yang paling kuat secara luas, namun tidak bisa menahan kenaikan dari emas, menunjukkan akan ketakutan pasar yang luarbiasa.

Secara tehnikal, grafik harian menunjukkan “ bullish ” memegang kendali. Sementara grafik mingguan menunjukkan “ overbought” namun indikator tehnikal tetap mempertahankan momentum “ bullish ” nya, menunjukkan kuatnya para pembeli jangka panjang. Pergerakan naik harga emas selanjutnya akan berhadapan dengan “ resistance ” terdekat di $ 1,679 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $ 1,687 sebelum akhirnya mencapai $ 1,700. Sedangkan penurunan harga emas akan berhadapan dengan “ support ” terdekat di $ 1,621 yang apabila tertembus akan lanjut ke $ 1,586 sebelum akhirnya mencapai $ 1,560.
Solid Gold

Sumber : vibiznews