PT.SolidGoldSemarang~Pada sisi Euro, TLTRO (11 Desember) menjadi perhatian market pada pekan yang lalu dimana penyerapan dana pinjaman berbunga rendah untuk perbankan di zona Euro tersebut tercatat berada di bawah angka ekspektasi, namun masih lebih besar dari TLTRO sebelumnya (129.8 milyar Euro versus 82.6 milyar Euro TLTRO sebelumnya). Artinya sikap ECB untuk mengevaluasi program stimulus yang tengah berjalan hingga kwartal pertama tahun 2015 mungkin memang jauh lebih tepat daripada menuruti tekanan berbagai pihak untuk menambah paket stimulus yang baru. Di sisi yang lain, penurunan harga minyak ke level terendah dalam 5 tahun terakhir ini barangkali memang menjadi semacam stimulus tersendiri bagi prospek pertumbuhan ekonomi global yang suram di mata IMF, termasuk bagi ekonomi zona Euro.

Pada sisi USD, kecuali data PPI yang mengecewakan pada pekan yang lalu, Retail Sales, Jobless Claims, dan Consumer Sentiment menunjukkan angka yang positif. Naiknya Retail Sales lebih banyak dipicu oleh gairah musim belanja akhir tahun warga AS menjelang Natal dan Tahun Baru. Sementara indeks Consumer Sentiment mencetak angka tertinggi sejak akhir 2007 yang lalu. Hal ini semakin menumbuhkan ekspektasi di kalangan investor bahwa percepatan kenaikan suku bunga oleh the Fed adalah menjadi suatu kemungkinan yang tidak dapat diabaikan.

Data fundamental ekonomi AS sejauh ini memang masih lebih unggul ketimbang Euro, namun jangan lupa bahwa kita sedang menginjak akhir tahun, dimana ada kecenderungan volume transaksi di pasar uang tidak akan sebanyak seperti pada bulan Januari hingga November. Beberapa analis juga mengingatkan adanya risiko investor melakukan aksi profit taking yang dapat menghentikan reli USD dalam jangka pendek setelah sebelumnya Indeks USD mencetak level tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Faktor eksternal lain adalah musim dingin di Amerika Serikat, meskipun beberapa analis memperkirakan musim dingin kali ini akan lebih lunak ketimbang musim dingin periode lalu yang ekstrim hingga sempat mengganggu perekonomian AS.

Outlook Teknikal

Sejauh ini, value 20 pada indikator RSI masih bertahan bahkan setelah harga turun sejauh lebih 500 pips dari level 1.2886 hingga 1.2246. Saat ini indikator tersebut sedang berusaha break atau pointing-up di atas value 40. Namun yang lebih menarik adalah, terbentuknya kombinasi dua buah candlestick Weekly dalam dua minggu terakhir yang membentuk Tweezer Bottom. Kombinasi tersebut memang jarang sekali muncul terutama pada chart Weekly akan tetapi harus tetap diwaspadai karena umumnya pola tersebut berisiko upswing. Barangkali akan lebih bijak apabila kita menunggu beberapa level sebagai konfirmasinya.
EURUSD W 20141215

Pada sisi upside, di atas 1.2500-1.2576 dibutuhkan untuk mengkonfirmasi atau menegaskan risiko upswing Tweezer Bottom. Target yang cukup masuk akal apabila 1.2576 dapat diterobos adalah resisten minor 1.2676, dimana break tegas atau closing candle Weekly di atas level ini akan berhadapan dengan WMA 21 (Weekly Moving Average periode 21) sebagai lagging resisten dinamis yang sementara ini menunjuk di level harga 1.2814. Sebaliknya pada sisi downside, di bawah 1.2500 masih tetap menyimpan potensi bearish, dan di bawah 1.2357 dapat berisiko memicu kembali momentum downside untuk mencetak fresh Low berikutnya apabila dapat menerobos support 1.2246. 

sumber seputarforex

baca Disclaimer