Sebagian orang sering mendengkur ketika sedang tidur. Volume dan frekuensi dengkuran seseorang bisa menunjukkan apakah dia mempunyai gangguan tidur yang mengancam nyawa atau tidak, seperti apnea tidur obstruktif (Obstructive sleep apnea – OSA). Gangguan tidur ini berpotensi menghentikan pernapasan atau membuat pernapasan anda menjadi dangkal.

Dengkuran yang keras adalah gejala paling umum dari apnea tidur obstruktif yang terjadi pada banyak orang dengan kondisi ini. Beberapa penderita tidak menyadari bahwa mereka mendengkur karena mereka jarang terbangun oleh suara dengkurannya sendiri. Gangguan tidur terjadi pada pasien yang mengalami keterbatasan pasokan oksigen yang masuk ke dalam tubuhnya ketika dia tidur.

 

Beberapa alasan mengapa seseorang tidur mendengkur

Mendengkur didorong oleh menyempitnya saluran udara, baik di tenggorokan atau lubang hidung yang mengontrol jumlah oksigen yang masuk dalam tubuh. Sebenarnya, suara dengkuran disebabkan oleh getaran yang dibuat oleh udara karena ‘usahanya’ untuk bisa masuk ke dalam tubuh melalui langit-langit mulut, uvula, lidah, tonsil, dan/atau otot-otot yang ada di tenggorokan, ujar Dr. Joseph Mercola, dokter dan ahli bedah berlisensi. Jika udara yang anda hirup tidak dapat bergerak bebas melalui hidung dan mulut saat anda tidur, maka kemungkinan besar anda akan mendengkur.

Banyak faktor yang mempengaruhi seseorang untuk menjadi pendengkur dan beberapa diantaranya adalah :

  1. Umur

Seiring bertambahnya umur yang semakin tua, tenggorokan akan menjadi sempit dan kekencangan otot di tenggorokan akan menurun.

  1. Kondisi Tubuh Tertentu

Pria memiliki saluran udara yang sempit dibandingkan dengan wanita, jadi kemungkinannya pria lebih mungkin mendengkur. Tenggorokan yang sempit, langit-langit mulut yang terbelah, kelenjar gondok yang membesar, dan atribut-atribut fisik lainnya juga menjadi faktor mengapa seseorang mendengkur, dan hal ini sifatnya bisa diturunkan.

  1. Masalah hidung dan sinus

Udara yang terhalang masuk akibat permasalahan pada hidung dapat membuat proses pernapasan menjadi lebih sulit sehingga menyebabkan seseorang tidur mendengkur.

  1. Kelebihan berat badan

Jaringan lemak pada tubuh dan otot yang lemah berkontribusi menyebabkan dengkuran.

  1. Gaya hidup tidak sehat

Gaya hidup tidak sehat seperti mengonsumsi alkohol dan merokok dapat meningkatkan relaksasi otot yang mendorong anda untuk lebih mudah mendengkur. Hal ini juga berlaku pada pengonsumsian obat-obatan tertentu.

  1. Posisi tidur

Tidur telentang menyebabkan daging tenggorokan anda menjadi rileks dan terblokirnya saluran udara, sehingga dapat menyebabkan anda tidur mendengkur.

 

Menemukan solusi yang tepat agar bisa berhenti mendengkur

Ada begitu banyak alat-alat di pasaran yang mengklaim bisa mengatasi masalah dengkuran yang anda alami. Sayangnya, banyak diantaranya masih belum terbukti keampuhannya. Sedangkan para ahli lebih menekankan ke ‘teknik-teknik’ tertentu yang telah terbukti keefektifannya, walaupun hasilnya berbeda pada setiap orang, tergantung usaha dan gaya hidupnya.

Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah mengetahui penyebab mengapa anda tidur mendengkur. Catat pola tidur anda, bisa meminta bantuan anggota keluarga atau menggunakan rekaman visual ketika anda sedang tidur. Hal ini agar bisa diketahui pola dengkuran yang anda alami. Dengan mengetahui pola dengkuran anda, hal tersebut bisa memperjelas penyebab mengapa anda sering mendengkur saat tidur, apa yang membuatnya bertambah parah, dan ini semakin mempermudah penanganan yang akan dilakukan.

 

Mengetahui pola dengkuran

Sangat penting untuk mengetahui pola tidur dan dengkuran anda. Posisi tidur akan mengungkapkan lebih banyak hal, termasuk menjawab pertanyaan mengapa anda bisa mendengkur ketika tidur.

  • Mendengkur dengan mulut tertutup : Menunjukkan adanya masalah dengan lidah anda.
  • Mendengkur dengan mulut terbuka : Menunjukkan adanya masalah dengan jaringan di tenggorakan anda.
  • Mendengkur saat tidur telentang : Hal ini dinilai ringan, cukup mengubah kebiasaan tidur dan gaya hidup yang lebih baik.
  • Mendengkur di semua posisi tidur : Menunjukkan dengkuran anda lebih parah dan membutuhkan penanganan yang lebih komperehensif.

Penanganan mandiri

Ada banyak hal yang dapat anda lakukan sendiri agar anda bisa berhenti mendengkur. Usaha-usaha yang bisa dilakukan termasuk mengubah gaya hidup yang lebih sehat.

 

Menurunkan Berat Badan

Menurunnya berat badan walaupun hanya sedikit bisa mengurangi jaringan lemak di bagian belakang tenggorokan dan mengurangi atau bahkan bisa membuat anda berhenti mendengkur. Anda bisa melakukannya dengan program diet ataupun olahraga.

Olahraga

Selain bisa menurunkan berat badan, olahraga akan bermanfaat positif bagi bagian tubuh anda seperti lengan, kaki dan perut, serta juga membantu mengencangkan otot di tenggorokan anda yang pada akhirnya akan mengatasi masalah dengkuran anda.

Berhenti merokok

Jika anda seorang merokok, peluang anda untuk mendengkur lebih tinggi. Merokok dapat menyebabkan penyempitan saluran udara akibat adanya iritasi selaput di hidung dan tenggorokan. Oleh sebab itu, segeralah berhenti merokok.

Hindari Alkohol

Mengonsumsi alkohol, obat tidur, dan obat penenang bisa mengendurkan otot-otot di tenggorokan dan mengganggu pernapasan. Khusus bagi anda yang memang membutuhkan obat tidur dan penenang, konsultasikan lebih lanjut kepada dokter anda. Hal ini karena ada beberapa jenis obat tidur atau penenang yang bisa membuat anda mendengkur lebih parah.

Tetapkan pola tidur yang teratur
Tetapkan jam tidur anda, serta pastikan anda mendapatkan durasi waktu tidur yang cukup dan kualitas tidur  yang baik. Jika tidur anda berkualitas, hal itu bisa meminimalkan risiko anda untuk mendengkur.

Hindari kafein dan makanan berat sebelum tidur

Pastikan untuk tidak mengonsumsi makanan atau minuman berat dan berkafein dua jam sebelum waktu tidur. Produk susu dan susu kedelai termasuk yang sebaiknya tidak anda konsumsi tepat sebelum tidur.

Menjaga udara kamar tidur tetap lembab

Jagalah kamar tidur anda dalam keadaan lembab, anda bisa menggunakan humidifier (alat pelembab udara). Udara yang kering bisa mengiritasi selaput di hidung dan tenggorokan, yang akan memperbesar peluang anda untuk tidur dengan mendengkur.

Pastikan agar hidung tidak tersumbat

Hidung tersumbat bisa membuat proses penghirupan udara akan lebih sulit sehingga membuat tenggorokan anda mengalami kekosongan akibat tidak adanya udara. Hal ini pada akhirnya membuat anda tidur mendengkur. Untuk mengatasi hidung tersumbat, anda bisa menghirup uap air panas atau minyak kayu putih, minum jeruk nipis hangat, berkumur dengan air garam, dan lain sebagainya.

Tidur menyamping

Hindari tidur telentang, karena hal tersebut akan membuat lidah dan jaringan lunak di mulut semakin menuju ke dalam, serta akan menyumbat aliran udara yang ingin masuk dan pada akhirnya menyebabkan anda tidur dalam keadaan mendengkur.

Atur posisi kepala lebih tinggi

Memposisikan kepala anda lebih tinggi dari badan beberapa inci dapat mempermudah pernapasan anda dan mendorong lidah serta rahang untuk bergerak ke depan. Maka dari itu, gunakanlah bantal ketika tidur. Di pasaran, sudah banyak tersedia bantal khusus yang dapat mencegah anda tidur dalam keadaan mendengkur dan memastikan otot leher anda tidak mengkerut.

Latihan tenggorokan

Bisa anda terapkan selama 30 menit setiap hari, latihan tenggorokan dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi atau menghentikan dengkuran. Ucapkan suara vokal tertentu seperti (a-i-u-e-o) berulang kali agar dapat memperkuat otot-otot di saluran pernapasan bagian atas. Hal ini akan mengurangi dengkuran anda. Selain itu ada beberapa tips lain yang bisa anda terapkan seperti :

  • Tempatkan ujung lidah anda di belakang gigi depan-atas anda. Kemudian geser lidah anda ke belakang (mundur). Lakukan selama 3 menit sehari.
  • Tutup mulut anda kemudian kerutkan bibir anda. Tahan selama 30 detik.
  • Buka mulut anda dan gerakkan rahang anda ke sebelah kanan. Tahan selama 30 detik kemudian ganti gerakkan rahang ke sebelah kiri.
  • Dengan mulut terbuka, kontraksikan otot di bagian belakang tenggorokan anda berulang kali selama 30 detik. Tip : Lihatlah di cermin untuk mengetahui uvula (“bola menggantung di tenggorokan”) bergerak naik dan turun.