PT SOLID GOLD BERJANGKA – Trump Efect Melajukan Dollar Amerika Serikat Hingga Sesi Asia 14 November

PT SOLID GOLD BERJANGKA LAMPUNG – Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar Amerika Serikat terhadap enam mata uang utama perdagangan dibuka lemah di posisi 99.11, dan kini indeks berada pada kisaran 99,56.

Dollar Amerika Serikat yang telah rally kencang sepanjang perdagangan pekan lalu terus melanjutkan kekuatannya masuki perdagangan sesi Asia awal pekan ini, yang masih ditopang oleh sentimen sebelumnya. Akhir pekan lalu dollar berhasil mencetak penguatan tertinggi dalam 9 bulan oleh optimisme pasar pemerintahan Donald Trump mampu naikkan belanja,inflasi dan yield obligasi Amerika Serikat.

Dollar Amerika Serikat menguat di awal perdagangan sesi Asia hari Senin, menyentuh level terkuat dalam sembilan bulan, di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset beresiko di pasar global yang dipicu oleh terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat yang baru. Penguatan dollar disebabkan oleh ekspektasu bahwa pemerintahan Trump akan meningkatkan jumlah belanja, yang akan menaikan inflasi dan melonjakan yield Treasury Amerika Serikat. Saat ini yield Treasury Amerika Serikat naik ke level 2.18%, ke level tertinggi 10 bulan di sesi Asia.

Pasar ekuitas Asia bergerak mixed di awal pembukaan sesi hari Senin di tengah pasar yang saat ini sedang dalam mencari aset beresiko pasca kemenangan Donald Trump. Indeks saham Nikkei melonjak pada hari Senin, mengikuti pergerakan dari Wall Street pada akhir pekan lalu serta pelemahan yen dan data PDB Jepang yang lebih dari perkiraan. Untuk pasar ekuitas global lainnya berpotensi lanjutkan penguatannya di hari Senin seiring pasar saat ini yang cenderung menyukai aset beresiko.

Harga emas kembali tertekan di awal pekan, diseret oleh penguatan dollar Amerika Serikat yang masih lanjutkan kinerja positifnya pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, pelemahan emas berpotensi berlanjut jika ternyata data ekonomi China hasilnya pesimis.

PT SOLID GOLD BERJANGKA

Harga minyak memperpanjang pelemahannya untuk sesi ketiga pada hari Senin, diseret turun oleh ketakutan terhadap kondisi kelebihan pasokan karena OPEC pada akhir pekan lalu melaporkan bahwa produksi mereka pada bulan lalu mencetak rekor, selain itu yang berpotensi membebani harga minyak pada hari ini adalah laporan Baker Hughes pada hari Jumat bahwa jumlah aktifitas rig Amerika Serikat kembali naik.

Unsur penguatan dollar diatas semakin kuat ketika perdagangan bursa Amerika terakhir pada hari Kamis imbal hasil obligasi Amerika naik ke posisi tertinggi sejak perdagangan bulan Januari 2016. Naiknya yield obligasi ini menggiurkan pasar dan menarik dananya dari investasi lainnya seperti saham dan valas kawasan Asia.

Demikian terhadap rival utamanya, dollar Amerika Serikat berhasil memimpin perdagangan sesi Asia dengan penguatan yang signifikan dan memberikan tekanan bagi rivalnya. Untuk perdagangan hari ini kembali tidak ada katalis penggerak kuat yang mendukung, namun akan bergerak dengan sentimen diatas.
PT SOLID GOLD BERJANGKA

Sumber : Vibiznews