SGB LAMPUNG – Pergerakan kurs aussie dollar pada perdagangan forex sesi Asia akhir pekan (10/6) masih bergerak negatif dan secara teknikal masih memberikan sinyal koreksi untuk perdagangan selanjutnya. Aussie melemah mengikuti sentimen buruk perdagangan semalam yaitu anjloknya harga minyak mentah hingga 1 persen lebih.

Dua hari pertama dalam perdagangan pekan ini, aussie melanjutkan rally akhir pekan lalu oleh mantapnya laporan ekonomi negara tersebut serta rally harga minyak mentah, namun koreksi yang terjadi pada harga minyak mentah membuat profit taking mendera nilai tukar negara Australia.

Untuk pergerakan perdagangan akhir pekan tidak ada katalis kuat yang bisa mengkoreksi pelemahan aussie, kecuali harga minyak mentah rebound kembali dan melaju terus diatas kisaran US$50 per barel. Sedangkan yang menjadi rival utamanya dollar AS juga sedang bergerak positiof setelah sebelumnya ambruk ke posisi 5 minggu terendah.

Pergerakan kurs aussie di sesi Asia (02:30:35 GMT) terus bergerak lemah terhadap dollar AS, setelah dibuka lebih rendah pada 0.7432 di awal perdagangan (00.00 GMT), kurs aussie turun 18 pips atau 0,2% dan nilai bergulir berada pada 0.7414.

Untuk perdagangan selanjutnya hingga perdagangan sesi Amerika malam ini, analyst Vibiz Research Center memperkirakan pair AUDUSD lanjut turun ke kisaran 0.7373-0.7330. Namun jika terjadi koreksi akan naik kembali ke kisaran 0.7470.

http://vibiznews.com/2016/06/10/turunnya-harga-minyak-dunia-lemaskan-aussie-sesi-asia-10-juni/