SGB LAMPUNG – Kekuatan nilai tukar dollar AS yang semakin merosot awali perdagangan sesi Asia Kamis pagi (2/06) masih dibayangi oleh sentimen penundaan kenaikan pajak penjualan Jepang hingga 2-21/2 tahun. Dollar anjlok ke posisi terendah dalam 2 minggu terhadap yen dan indeksnya terendah dalam 5 hari perdagangan.

Terpantau pagi ini dollar AS hanya menguat ke kurs aussie saja yang alami profit taking setelah rally 3 hari berturut. Lemahnya aussie pagi ini juga sejalan dari pergerakan harga minyak WTI yang terancam koreksi oleh pertimbangan OPEC yang akan membatalkan penundaan produksi baru dalam pertemuan rutin mereka hari ini.

Euro berhasil rally dan poundsterling rebound dari tekanan jual yang cukup besar selama 2 hari berturut, demikian juga pelemahan dollar AS dimanfaatkan oleh kurs swissfranc dan dollar Canada. Untuk kurs komoditas sendiri hanya aussie yang menunjukkan kinerja yang miring.

Untuk pergerakan selanjutnya, perdagangan forex dollar AS hari ini dipengaruhi banyak data yang penting seperti data klaim pengangguran dan data ADP employment change. Rilis ini diperkirakan menunjukkan data yang mixed. Sebagai penggerak rivalnya dollar hari ini terdapat pengumuman kebijakan moneter ECB dan juga ada pernyataan dari Gubernur BOE.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dollar AS terhadap enam mata uang utama perdagangan sesi Asia pagi ini merosot hingga 0,2 persen setelah dibuka pada posisi 95,38 dan bergulir pada posisi 95,23. Perdagangan sebelumnya indeks dollar AS hanya menguat hingga 0,2 persen.

http://vibiznews.com/2016/06/02/usaha-rebound-dollar-as-sesi-asia-2-juni-dihadang-kekuatan-yen/