SGB LAMPUNG – Bursa Saham AS ditutup naik ke tertinggi tujuh bulan dan dolar menyentuh terendah tiga pekan setelah Ketua Federal Reserve, Janet Yellen menegaskan niatnya untuk menaikkan suku hanya secara bertahap setelah ekonomi membaik. Harga minyak mentah ditutup pada tertinggi 10-bulan.

The S & P 500 Index ditutup pada level tertinggi sejak November, mendorong reli empat bulan sampai 15 persen. Bursa saham melonjak lebih dari 1 persen ke tertinggi satu bulan, sementara dolar melemah mendorong permintaan untuk sumber daya dalam mata uang greenback. The Bloomberg Commodity Index ditutup reli 20 persen dari yang terendah di bulan Januari lalu. Treasuries jatuh untuk pertama kalinya dalam lima hari.

Yellen mengakui pertumbuhan lowongan pekerjaan terlemah dalam enam tahun adalah “mengecewakan,” tetapi mengatakan bahwa kekuatan positif dalam perekonomian lebih besar daripada perkembangan negatif, kenaikan suku bunga akan dilakukan bertahap tanpa menentukan waktu yang tepat.

Kondisi pasar yang sedang ditarik ke arah yang berbeda, dengan kekhawatiran atas ekonomi AS yang melambat , jajak pendapat British dan melemahnya dolar AS mendorong The Fed akan mempertahankan suku bunga rendah sampai masa yang belum ditentukan.

Saham

The S & P 500 Index naik 0,49 persen menjadi 2,109.41 pada 16:00 di New York. Dow Jones ditutup naik 113.27 poin atau 0,64% ke level 17,920.33 demikian juga dengan Nasdaq, naik 26,20 atau 0,53% ke level 4,968.71.

Stoxx Europe 600 Index naik 0,3 persen. The U.K. FTSE 100 Index naik yang paling di antara pasar utama di Eropa Barat, naik 1 persen, didukung kenaikan di sector pertambangan dan melemahnya pound setelah jajak pendapat Brexit.

MSCI Emerging Markets Index naik 1,3 persen ke tertinggi satu bulan, maju untuk hari ketiga dan naik di atas rata-rata bergerak 50 hari. Pengukur patokan di Rusia dan Filipina melonjak lebih dari 1 persen. Pasar Korea Selatan yang ditutup untuk liburan.

Komoditas

Masa pelemahan pasar komoditas selama empat tahun mendorong komoditas ke level terendah dalam seperempat abad akhirnya mengalami pemulihan dalam segala hal mulai dari kedelai sampai ke seng. The Bloomberg komoditas gauge, yang mengukur pengembalian bahan baku naik 1,1 persen untuk mendorong rally dari level terendahnya di bulan Januari, melewati 20 persen untuk memenuhi definisi pasar bull.

West Texas Intermediate naik 2,2 persen untuk menetap di $ 49,69 per barel, tertinggi sejak 21 Juli, minyak mentah Brent naik 1,8 persen menjadi $ 50,55 per barel, setelah jatuh 0,7 persen pekan lalu karena OPEC menahan diri dari pembekuan produksi pada pertemuan di Wina.

Surplus minyak global menyusut lebih cepat dari yang diharapkan dan memiliki potensi untuk mengirim harga setinggi $ 60 per barel tahun ini, menurut Ali Majed Al Mansoori, ketua the Abu Dhabi Department of Economic Development.

Emas ditutup untuk pertama kali dalam hampir tiga minggu karena investor mempertimbangkan kembali pembacaan hawkish di awal pidato Yellen. Harga emas di bursa berjangka untuk pengiriman Agustus naik 0,4 persen untuk menetap di $ 1,247.40 per ounce di New York, memperpanjang kenaikannya sampai 2,5 persen di hari Jumat. Untuk tahun ini sudah mencapai kenaikan sebesar 18 persen.

Mata Uang

The Bloomberg Dollar Spot Indeks bergerak naik turun setelah penurunan 1,6 persen pekan lalu dipicu oleh laporan pekerjaan. Greenback sedikit berubah pada $ 1,1367 per euro, setelah melemah 1,9 persen pada sesi sebelumnya. Rally 0,7 persen menjadi 107,68 ¥, menghentikan penurunan yen selama empat hari.
MSCI Emerging Markets Index naik 1,1 persen. Rupiah Indonesia naik 1,6 persen, dan ringgit Malaysia menguat 1,2 persen. Rand rally 1,3 persen setelah peringkat kredit Afrika Selatan ditegaskan oleh S & P Global Markets pada hari Jumat.

Obligasi

Treasuries memberikan kembali sebagian dari keuntungan dari minggu lalu menyusul laporan pekerjaan, ketika hasil dua tahun jatuh pada 3 Juni oleh terbesar sejak September. Imbal hasil naik dua basis poin menjadi 0,79 persen pada Senin lalu. Untuk obligasi bertenor 10-tahun naik tiga basis poin menjadi 1,73 persen.

http://vibiznews.com/2016/06/07/wall-street-ditutup-naik-didorong-pidato-yellenbursa-global-membaik/