PT Solid Gold SMG – Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditransaksikan mendekati level terendahnya dalam 3 tahun terakhir seiring perkiraan untuk kenaikan mingguan ke-5 pada cadangan minyak mentah AS mendorong spekulasi bahwa meningkatnya output melampaui pertumbuhan permintaan.

Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah turun pada sesi ke-4 berturut-turut kemarin, menurun dalam jangka terpanjang sejak September lalu. Cadangan minyak mentah AS kemungkinan meningkat sebesar 2,35 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg News jelang laporan Administrasi Informasi Energi hari ini. Itu akan menjadi kenaikan mingguan ke-5.

WTI untuk pengiriman bulan Desember berada di level $ 77,35 per barel yang di perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, menguat sebesar 16 sen, pukul 10:05 pagi waktu Sydney. Kontrak tersebut turun sebesar 2 persen ke level $ 77,19 kemarin, penutupan terendah sejak Oktober 2011 lalu. Volume semua berjangka yang diperdagangkan adalah sekitar 49 persen di atas rata-rata 100-hari. Harga telah merosot sebesar 21 persen pada tahun ini.

Minyak Brent untuk pengiriman bulan Desember turun sebesar $ 1,96, atau 2,3 persen, ke level $ 82,82 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange kemarin. Minyak mentah acuan Eropa mengakhiri sesi dengan premi sebesar $ 5,63 dibandingkan minyak WTI.

Persediaan minyak mentah AS menyusut 640.000 barel pada pekan yang berakhir 31 Oktober, industri yang dibiayai oleh American Petroleum Institute melaporkan kemarin, menurut Bain Energi.

Sumber : Bloomberg

baca Disclaimer