PT Solid Gold SMG – Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) turun untuk kedua kalinya dalam 3 hari terakhir ditengah tanda-tanda OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) diperkirakan tidak akan memangkas output pasca penurunan harga (bearish).

Kontrak berjangka minyak turun sebesar 0.6% di New York. Kelebihan pasokan tidak berasal dari negara kita, hal itu menurut Menteri Energi UAE (United Arab Emirates) Suhail Al Mazrouei kemarin di Abu Dhabi dan OPEC. Pasokan minyak mentah AS diperkirakan naik 1.1 juta barel hingga 7 November lalu, merupakan gain mingguan ke-6, hal tersebut menurut survey Bloomberg News menjelang rilis data pemerintah besok.

Acuan minyak global telah mengalami penurunan 30% sejak lonjakan kenaikan tertinggi pada Juni lalu ditengah spekulasi pasokan global melampaui permintaan. Pemimpin anggota-anggota OPEC merespon dengan pemangkasan harga ekspor, mengabaikan untuk menurunkan output karena mereka bersaing dengan AS yang memproduksi minyak pada laju tertingginya dalam lebih dari 3 dekade terakhir.

WTI untuk pengiriman Desember turun sebesar 46 sen ke level $77.48 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada pada level $77.57 pukul 10:45 pagi waktu Sydney. Kemarin kontrak berjangka minyak catat gain 54 sen ke level $77.94. Volume semua kontrak berjangka diperdagangkan sebesar 82% dibawah 100 hari rata-rata. Kontrak harga telah mengalami penurunan 21% sepanjang tahun 2014 ini.

Kemarin Brent untuk penyelesaian Desember turun 67 sen atau 0.8% ke level $81.67 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London, level penutupan terendah dalam 4 tahun terakhir. Acuan minyak mentah Eropa tersebut mengakhiri sesi lebih tinggi sebesar $3.73 dibanding WTI.

Sumber : Bloomberg

baca Disclaimer