Dengan banyak ditutupnya pasar di seluruh dunia, investor memangkas kembali kepemilikan atas aset berisiko tinggi, mempertahankan yen Jepang di dekat level terkuat dalam 18 bulan terakhir. Sovereign bonds menguat, minyak turun dan ekuitas Eropa sedikit berubah setelah mengalami penurunan terbesar dalam dua bulan.

Jepang memimpin aksi jual di bursasaham Asia, dengan indeks Topix merosot untuk hari kelima karena perdagangan dilanjutkan setelah libur pada hari Jumat. Yen pertahankan keuntungan curam back-to-back sejak krisis keuangan global dan Indeks Stoxx Europe 600 mencapai dua minggu rendah. Minyak melemah, menyusul lonjakan 20 persen pada bulan April, karena produksi minyak Irak yang berada di dekat rekor menambahkan kecemasan tentang berlimpahnya pasokan global. Treasuries AS naik di Asia dan yield obligasi Jepang dengan tenor 20-tahun merosot menuju rekor. Pasar saham China, Hong Kong dan Inggris ditutup untuk liburan.

Yen melonjak hampir 5 persen di akhir dua hari perdagangan pekan lalu karena Bank of Japan tiba-tiba menahan diri dari meningkatkan stimulus di tengah memudarnya prospek kenaikan suku bunga AS pada musim panas ini. Sementara melemahnya dolar membantu meningkatkan harga komoditas terbesar pada bulan April sejak 2010, rebound dalam saham-saham di seluruh dunia kehilangan momentum karena economic data point untuk pertumbuhan global suam-suam kuku di tengah pendapatan perusahaan yang lebih rendah dari perkiraan.

Yen naik sebanyak 0,3 persen menjadi 106,14 per dolar, level terkuat sejak Oktober 2014, sebelum sedikit berubah di level 106,40 pada pukul 10:14 pagi waktu London. Indeks Stoxx 600 tergelincir 0,1 persen, dengan volume saham yang berpindah tangan adalah 46 persen di bawah rata-rata 30-hari saat ini.(frk)

Sumber: Bloomberg