PT.SolidGoldSemarang~Yen telah memulai tahun 2016 seiring mata uang pilihan bagi investor bingung dengan perubahan dalam pendekatan China untuk yuan dan harga minyak merosot ke level 12 tahun terendah.

Mata uang Jepang telah menguat sebesar 2 % terhadap greenback pada tahun ini, memperpanjang kenaikan kemarin setelah harga minyak turun di bawah level $ 30 per barel. Kenaikan tersebut meredam rally dalam saham AS dan setelah pihak berwenang China meningkatkan upaya untuk menstabilkan yuan. Sementara itu, Dolar Australia berada dalam 1 % dari level 4 bulan terendah sebelum ekonom memperkirakan akan menunjukkan sektor impor dan ekspor China berkontraksi pada bulan Desember.

Yen turun 0,2 % ke level 117,87 per dolar pada pukul 09:40 pagi waktu Tokyo dan sedikit berubah pada level 127,71 per euro. Sedangkan Dolar menguat 0,2 % ke level $ 1,0835 per euro.

Indeks relatif-kekuatan (RSI) 14-hari untuk yen terhadap dollar berada di angka 31 setelah sebelumnya di bawah angka 30 selama 5 hari hingga kemarin karena pekan lalu yen melonjak sebesar 2,8 %, lonjakan terbesar sejak Agustus 2013. Angka di bawah 30 memberikan sinyal untuk beberapa pedagang bahwa pasangan mata uang tersebut bersiap untuk balik.

Dolar Australia naik 0,3 % ke level 70,09 sen AS setelah jatuh ke level 69,28 sen pada 11 Januari lalu, yang merupakan level terendah sejak 8 September. (knc)

Sumber : Bloomberg
baca Disclaimer