Mata uang yen telah memperpanjang penurunan selama tiga pekan terakhir terhadap euro setelah Deputi Gubernur Kikuo Iwata menegaskan kembali komitmen BOJ pada pelonggaran moneter yang belum pernah terjadi.

Mata uang euro diperdagangkan mendekati dua tahun terakhir terhadap dollar sebelum the Fed memulai pertemuan selama dua hari kedepan, dengan para ekonom yang memprediksi bahwa otoritas akan menahan pengurangan stimulus, sedangkan mata uang Jepang melemah terhadap seluruh mata uang lainnya seiring dengan BOJ yang dijadwalkan bertemu pekan ini dan diperkirakan mempertahankan dana sebvesar 7 Trilyun yen ($72 Milyar) dalam obligasi pemerintahan Jepang tiap bulannya untuk mengakhiri deflasi.

Yen turun 0.1% ke level harga 134.61 per euro pada jam 8:32 pagi di Tokyo dari tanggal 25 Oktober, memperpanjang penurunan sebesar 0.5% dari pekan lalu, yang jatuh 0.1% ke level 97.51 per dollar, sementara mata uang bersama Eropa sedikit berubah dilevel $1.3805, setelah mencapai level harga $1.3832 pada tanggal 25 Oktober, merupakan yang terbanyak sejak November 2011.

Selain itu BOJ akan melanjutkan pembelian obligasinya hingga mencapai target inflasi sebesar 2%, seperti yang dikatakan oleh Deputi Gubernur Iwata pada hari kemarin di Shimonoseki, Jepang bagian barat, sementara menurut beliau kondisi moneter Negara tersebut dan juga kebijakan fiskal sedang berada pada sebuah titik kritis untuk mengakhiri deflasi, selain itu para otoritas BOJ akan mengadakan satu hari pertemuan pada tanggal 31 Oktober.

Sumber :
RFBnews